ESTIMASI ENERGI LISTRIK BERDASARKAN PERBEDAAN KETINGGIAN MENGGUNAKAN ANALISIS WEIBULL DAN ANALISIS RAYLEIGH
DOI:
https://doi.org/10.36499/psnst.v1i1.1555Abstract
Energi listrik menjadi kebutuhan primer rakyat Indonesia. Sebagian besar energi listrik yang digunakan berasal dari energi fosil seperri, bahan bakar minyak, gas dan batu bara. Bahan bakar fosil sendiri dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan termasuk energi tidak terbarukan sehingga perlu dilakukannya studi mengenai potensi pembangunan pembangkit listrik menggunakan energi alternatif. Salah satunya energi angin. Angin merupakan energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan sebagai energi listrik dengan memanfaatkan suatu Sistem Konversi Energi Angin (SKEA). Penelitian ini untuk mengetahui potensi daya angin, energ angin, daya listrik dan energi listrik yang paling optimal dari tiga ketinggian yang telah ditentukan dengan menggunakan anaisis weibull dan analisis rayleigh serta untuk mendapatkan data dan gambaran wind rose pantai puger kabupaten Jember. Pengambilan data dilakukan selama 1 bulan dari tiga ketinggian yang berbeda yakni 7,3 m, 20,6 m dan 43,2 m.. Data yang diambil berupa data kecepatan angin,suhu udara dan arah angin. Data tersebut digunakan untuk memperoleh potensi daya angin, energi angin, daya listrik dan energi listrik.Setelah memperoleh data kecepatan angin, suhu udara dan arah angin. Untuk rata rata energi angin yang dihasilkan setiap harinya sebesar 4,321 joule. Energi listrik yang dihasilkan setiap hari sudah melebihi 150 W/h sehingga pantai puger memungkin untuk dibangun sebuah pembangkit energi angin.
Kata kunci: Angin, weibull rayleigh, wind rose