EKSTRAKSI BERBANTU GELOMBANG MIKRO SENYAWA BIOFORMALIN DARI BATANG TUMBUHAN API-API (Avicennia Marina)
DOI:
https://doi.org/10.36499/psnst.v1i1.2285Abstract
Mangrove merupakan tumbuhan yang banyak tumbuh di daerah pantai. Salah satu spesies mangrove adalah tumbuhan Api api (Avicennia marina). Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya ekstrak tumbuhan ini mengandung senyawa yang berfungsi sebagai obat karena mempunyai sifat-sifat antivirus, antikanker, antijamur dan antibakteri. Sifat anti jamur dan antibakteri ini berasal dari kandungan senyawa fenolik seperti flavonoid, asam fenolik dan tanin yang menyebabkan tumbuhan Api api memungkinkan digunakan sebagai bioformalin. Bioformalin merupakan zat  yang dapat dipergunakan sebagai pengawet bahan pangan yang aman karena berasal dari bahan alami. Ekstraksi dengan bantuan gelombang mikro merupakan proses yang relatif lebih unggul jika dibandingkan dengan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variabel rasio umpan-solven, daya dan waktu proses ekstraksi flavonoid dari batang tumbuhan Api api dengan bantuan gelombang mikro. Percobaan dilakukan dengan variabel rasio umpan-pelarut 1:10 sampai dengan 1:25, variabel daya 10% sampai dengan 70% daya maksimum alat (399 watt), dan variabel waktu 15 sampai 45 menit. Hasil percobaan menunjukan bahwa ketiga variabel berpengaruh terhadap konsentrasi flavonoid hasil ekstraksi. Secara umum meningkat seiring kenaikan ketiga variabel sampai maksimum di titik tertentu, kemudian turun. Konsentrasi maksimum diperoleh pada variabel umpan-pelarut, daya, waktu berturut-turut sebesar 1:15, 30%, dan 25 menit dengan hasil flavonoid sebesar 3,590 mg/ml.Â
Kata kunci : Bioformalin, gelombang mikro, ekstrak batang api-api.